Ternyata, Beli Baju Bekas Bisa Menjaga Lingkungan dari Perubahan Iklim. Merdeka.com - Membeli barang bekas atau thrifting kian menjadi trend di Tanah Air. Tend ini identik dengan membeli pakaian bekas yang diimpor dari negara lain. Aziz, seorang pegawai swasta di Jakarta mengaku mengenal thrifting sejak masih kuliah pada tahun 2017 lalu. Berikut ini, ada 10 tips kreatif yang bisa kamu coba untuk membuat baju fashion show dari barang bekas. Mulai dari menggunakan kain bekas hingga memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah, semua bisa dijadikan bahan baku yang menarik untuk diolah menjadi baju fashion yang kece. Mereka kehilangan pemasukan lantaran pangsa pasarnya diambil alih pakaian bekas impor. Baca juga : Impor Baju Bekas Ilegal Dicurigai Beredar di Pasar ”Thrifting” Kebijakan pemerintah tersebut mendapat respons negatif dari para pedagang. Salah satunya Roy Tivana (36) yang menolak rencana pemerintah memusnahkan baju-baju impor bekas. Alih-alih menambahkan ke lemari pakaian Anda dengan koleksi baru dari musim gugur, badan amal ini mendesak pembeli untuk ‘mengatakan tidak’ pada pakaian baru selama 30 hari, untuk mengurangi dampak pada planet ini. Bagian dari ini akan mencakup; membeli barang bekas dibanding yang baru, atau menyewa pakaian untuk acara khusus. Saya kaget ternyata ada toko baju sisa export branded murah di Shopee. So, saya kumpulkan nama toko yangterpercaya. Ada first hand & supplier juga. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali mengungkap kasus jual-beli pakaian bekas impor (thrifting) ilegal di Tabanan, Bali, Senin (20/3/2023). Adapun terhadap tersangka Jn dan BR, menurut Putu Jayan, disangkakan melanggar Pasal 62 Ayat 1 juncto Pasal 8 Ayat 2 UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 55 dan atau Pasal 53 Namun menurut situs Trade Map, seperti dilaporkan oleh Kompas, data ekspor baju bekas yang dicatat negara eksportir menunjukkan, sepanjang 2021, ada 27.420 ton baju bekas yang diimpor Indonesia dengan nilai total US $31,95 juta. Perbedaan angka ini menimbulkan kecurigaan banyaknya pakaian bekas yang masuk Indonesia melalui jalur ilegal. Pusat perbelanjaan baju bekas di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat (Foto : Eva Setiya) KOMPASIANA - Aktivitas berburu barang bekas semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Pakaian impor menawarkan harga murah, kualitas yang bagus, serta membantu mengurangi limbah tekstil. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di balik fenomena Tidak semua dari kita mempunyai kemahiran dan idea kreatif untuk membuat hasil kreativiti kitar semula, namun janganlah semua benda yang sudah lama, rosak dan barang terbuang itu di anggap sampah dan di buang begitu sahaja. Ingatlah, setiap satu darinya terhasil dari sumber alam semulajadi yang terhad. Mulai dari pencemaran udara, pencemaran air akibat limbah industri, dan barang-barang bekas tak terpakai lalu dibuang ke lautan menjadi dampak negatif dari perkembangan industri. Maka dari itu, sebagai salah satu solusinya, kita sebagai masyarakat sipil perlu mendaur ulang atau memakai kembali barang-barang bekas yang masih berguna. osFVg.